LOKAKARYA (WORKSHOP)

Posted: Juni 3, 2013 in Seminar

1.      Pengertian Lokakarya (Workshop)

Lokakarya adalah program pendidikan dan pelatihan yang padat dan singkat. Pemimpin lokakarya memberi tugas kepada peserta yang harus dikerjakan pada waktu itu juga. Kegiatan lokakarya identik dengan seminar yaitu suatu pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu oleh para pakar dalam bidang tertentu pula

Perbedaan mendasar antara lokakarya dengan seminar hanya menekankan pada hasil yang didapat dari lokakarya menjadi sebuah produk yang dapat digunakan peserta lokakarya dalam proses pembelajaran di kelas. Sedangkan seperti seminar kali ini adalah hanya sebagai pencetus ide yang jika tepat dapat ditindak lanjuti dan jika tidak dapat digunakan bahan pemikiran dan acuan berfikir bagi kalangan pendidik di masa yang akan datang. Karna ada kalanya suatu pemikiran yang baik membutuhkan momen yang tepat bagi pelaksanaannya. Hal tersebut tergantung pada permasalahan yang ditimbulkan oleh pemikiran tersebut.

 

2.      Ciri – Ciri Lokakarya

a.       Masalah yang dibahas bersifat life centered dan muncul dari peserta sendiri

b.      Cara yang digunakan ialah metode pemecahan masalah musyawarah dan penyelidikan

c.       Menggunakan resource person dan resource materials yang member bantuan yang besar sekali dalam mencapai hasil yang sebaik-baiknya.

 

3.      Prosedur Pelaksanaan Lokakarya

a.       Merumuskan tujuan workshop (output yang akan dicapai).

b.      Merumuskan pokok-pokok masalah yang akan dibahas secara terperinci.

c.       Menentukan prosedur pemecahan masalah.

 

4.      Kelemahan dan Kelebihan Lokakarya

a.       Kelebihan Lokakarya

1)      Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah yang dibahas.

2)      Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya.

3)      Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah, Terpupuknya kerja sama antar peserta, Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat.

b.      Kelemahan Lokakarya

1)      Memerlukan persiapan yang relatif lama.

2)      Memerlukan tenaga dan biaya yang besar.

3)      Melibatkan banyak orang sehingga menyita waktu guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelasnya.

4)      Menimbulkan banyak pro dan kontra sehingga menimbulkan potensi konflik di antara pengamat pendidikan dan pelaksana kebijaksanaan.   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s